Saturday, 27 July 2013

Sumpah Pendekar


Tujuh petala bumi, Tujuh petala langit
Dari gunung ke lembah curam, Dari sungai ke lautan gelombang
Kembara adalah setia pada sumpah, Kemenyan dan setanggi penyeri kehadiran kita
Warisan berkurun Dato’ Laksamana

DI MANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

Sumpah pendekar…
Pantang undur walau setapak Pantang maut sebelum ajal
Pantang derhaka pada titah, Pantang keris dipinggang kalau tidak berani mati 
Berdentum guruh di langit, Merkah bumi dipijak,

“PENDEKAR TAKKAN UNDUR SETAPAK”

Pulangkan pamor pada kerisnya, Pulangkan sireh pada gagangnya
Pulangkan mahkota pada tahtanya, Pulangkan cokmar pada laksaman
Pulangkan langkah pada gelanggang, Pulangkan sumpah pada pendekar
Pulangkan rohani pada jasmani, Pulangkan Bangsa pada Martabat
Sumpah bukan Cuma dibibir

“GENGGAM BARA API BIAR SAMPAI JADI ARANG”

Bumi warisan ini
“TANAH TUMPAH DARAH KITA”
Masih menuntut semangat yang belum tertunai, Pribumi bukan sekadar gelaran tanpa makna
Kita adalah anak watan, Darah yang mengalir di tubuh kita
Semerah darah si Jebat yang tumpah di bumi Melaka, 
Semerah darah Si Jebat yang terlekat di Taming Sari
Semerah darah Si Jebat yang tercalit di kening Si Tuah
Semerah darah Hang Nadim yang terhumban ke lautan Temasik
Dan kita masih di sini, Mendepani hari-hari yang semakin mencabar
Keutuhan tekat yang kental, Sumpah keramat seorang pendekar


“TAK MELAYU HILANG DI DUNIA”


- sultanmelakadarulislam


للاكي براني موڠكين اكن كاله تتاڤي تيدق اكن مڠاله.
Sumpah Pendekar Daeng Selili Rating: 5 Saturday, 27 July 2013
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ping!