Wednesday, 31 July 2013

Ibadat Puasa Diharamkan Oleh Pemerintah China?

Pemerintah China memaksa umat Muslim Uinghur makan dan minum saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan (siang hari). Menurut juru bicara World Uighur Congress, Dilxadi Rexiti, para pihak berkuasa berulang kali masuk ke rumah-rumah warga Uighur untuk memaksa mereka makan dan minum pada siang hari selama bulan Ramadan.

Laporan lain dari Uighur American Association (UAA) menyatakan pemilik restoran di Hotan wajib membuka peniagaan dibulan Ramadan. "Bahkan, jika ditutup karana sedang melakukan perbaikan, mereka didenda," demikian laporan UAA. 

Selain itu, Karamay Daily melaporkan, akses kaum muslim masuk ke masjid dibatasi. Rexiti menyatakan, pengajian sepenuhnya dilarang dan tempat-tempat ibadah kawal ketat, terutama di utara Kota Karamay.

Pegawai pemerintah, swasta, dan mahasiswa juga didenda jika berpuasa. Menurut laporan tahunan USCIRF, banyak muslim Uighur dipenjara kerana terlibat dalam kegiatan keagamaan. 

"Diluncurkan atas nama stabilitas dan keamanan, Beijing melakukan penindasan terstruktur terhadap muslim Uighur, termasuk penargetan pertemuan pribadi yang damai untuk studi agama dan ibadah," kata Katrina Lantos Swett, Ketua Komisi Amerika Syarikat tentang Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF), seperti dikutip oleh The Muslim Village pada Senin. 

"Pembatasan agama yang sangat agresif sangat mengganggu bagi kehidupan muslim Uighur," kata Presiden UAA Alim Seytoff. Ia menyatakan, pengawasan ketat jesteru akan semakin menyemarakan kemarahan rakyat Uighur. "Ketegangan bakal meletus lagi kerana tindakan represif yang sistematik."

Permerhati Cina di Singapura memperingatkan situasi di Xinjiang lebih dari masalah keamanan lokal. "Cina perlu mengelola minoritas dengan lebih baik," kata Ronan Gunaratna, Kepala Pusat Internasional untuk Penelitian Kekerasan Politik dan Terorisme Singapura.

Pengawasan ketat Cina atas Uighur, kata ahli lain, hanya akan membawa Cina memasuki "lingkaran setan" yang hanya menciptakan lebih banyak kebencian. Langkah-langkah ini benar-benar mengancam gejolak yang berpotensi pecah sewaktu-waktu, baik di tingkat regional bahkan nasional. 

"Cina bisa meledak di mana saja, tapi Xinjiang berada di barisan depan," kata Kerry Brown, Direktur Pusat Studi Cina di Universitas Sydney.

Etnis Uighur adalah minoritas berbahasa Turki dengan delapan juta warga di wilayah Xinjiang barat laut. Xinjiang, kerap disebut Turkestan Timur, menjadi otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan keras aparat keamanan Cina. 

Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina bersikap represif terhadap muslim Uighur di Xinjiang atas nama pencegahan terorisme. Muslim menuduh pemerintah berusaha memberangus jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir melenyapkan identitas dan budaya.(ln)


للاكي براني موڠكين اكن كاله تتاڤي تيدق اكن مڠاله.
Ibadat Puasa Diharamkan Oleh Pemerintah China? Daeng Selili Rating: 5 Wednesday, 31 July 2013
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ping!